Lingkungan

  1. Lingkungan

    Lingkungan hidup adalah ekosistem dengan segala dinamikanya. Lingkungan dikatqakan dalam keadaan seimbang jika dinamika ekosestem dalam keadaan wajar dan dinamis. Keadaan in ditandai denga tidak adanya perubahan yang drastis pada komponen penyusunannya.

    Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk kembali untuk kembali pulih apabila mendapatkan gangguan.

    Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan dengan sumber dayanya untuk memberikan kehidupan bagi manusia dan organisme lainnya.

  2. Kerusakan dan pencemaran lingkungan

    Walaupun lingkungan mempunyai daya lenting tetapi jika mengalami kerusakan yang besar lingkungan dapat kehilangan daya lentingnya sehingga lingkungan menjadi rusak dan juga kehilangan daya dukungnya. Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena proses alam ataupun karena kegiatan manusia.

    Beberapa aktivitas manusia yang mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan, yaitu:

  • Efek Rumah Kaca terjadi karena pencemaran karbon dioksida (CO2) dari proses pembakaran. Pembakaran semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya populasi manusia dan bekurangnya vegetasi. Karbon dioksida (CO2) hasil pembakaran akan membentuk gas rumah kaca yang menghalangi pemantulan panas matahari oleh buni, sehingga permkaan bumi menjadi lebih panas. Gejala ini disebut dengan pemanasan global. Dampak pemanasan global adalah mencairnya es di kutub sehingga permukaan laut naik, serta perubahan pola iklim dan cuaca sehingga mengakibatkan kekeringan, banjir, dan angin topan.
  • Hujan Asam adalah pencemaran gas SO2 dan NO2 hasil pembakaran batu bara dan minyak bumi. Gas ini akan bereaksi dengan awan menghasilkan H2SO4 (asam sulfat) dan HNO3 (asam nitrat) yang jatuh bersama dengan jujan sehingga mengakibatkan penurunan pH air dan korosif pada logam.
  • Rusaknya Lapisan Ozon. Lapisan ozon (O3) berada di stratosfer yang berfungsi menahan radiasi sinar ulrtaviolet (UV) mataari. Lapisan ini rusak karena pencemaran kloro flouro karbon (CFC) yang digunakan dalam pendingin ruangan (AC), lemari pendingin (kulkas), dan alat pendingin lainnya. CFC juga digunakan pada alat semprot (spray). Rusaknya lapisan ozon mengakibatkan peningkatan paparan sinar UV yang dapat mengakibatkan kanker kulit dan mutasi.
  • Pencemaran Karbon Monoksida (CO). Gas karbon monoksida (CO) dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. CO mempunyai daya ikat dengan hemoglobin lebih besar dari pada O2 pemcemaran ini dapat mengakibatkan kematian.
  • Eutrofikasi disebut juga sebagai proses penyuburan perairan. Eutrofikasi terjadi akibat pembuangan zat organik dan pupuk ke badan perairan. Zat organik di badan perairan menyebabkan terjadinya pertumbuhan tanaman air, misalnya eceng gondok dan algae, yang tidak terkendali.
  • Pestisida banyak dimanfaatkan untuk membasmi hama di lahan pertanian dan perkebunan. Umumnya, pestisida sulit terurai secara alami sehingga jumlahnya dapat terakumulasi di lingkungan. Penggunaan pestisida dapat memberikan dampak langsung, yaitu terbunuhnya organisme non target. Dampak tidak langsung dari aplikasi pestisida yang dapat memengaruhi manusia adalah gangguan reproduksi, merangsang kanker, dan lain sebagainya. Beberapa pestisida dapat terkait pada jaringan organisme, misalnya DDT. Konsentrasi pestisida pun akan meningkat siring dengan semakin tingginya osisi organisme tersebut dalam rantai makanan.

Posted on July 26, 2012, in education. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 727 other followers

%d bloggers like this: